Tumbal Purnama
“Aku tidak tahu tempat ini masih ada. Aku pikir semua ini hanyalah legenda…”
Namun, sebelum mereka bisa berbicara lebih jauh, altar itu mulai bersinar, dan suara berat memenuhi ruangan.
“Siapa yang berani mengganggu perjanjian kami?”
Dari cairan hitam itu, muncul wajah-wajah yang melengking dan berteriak, seolah-olah ribuan jiwa terperangkap di dalamnya. Bayangan besar dari lorong sebelumnya muncul kembali, tetapi kali ini dalam bentuk yang lebih jelas. Sosok itu tampak seperti pria tua dengan wajah keriput, tetapi tubuhnya penuh dengan duri dan sisik seperti makhluk buas.
Hot Chapters