Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak di Pelaminan dengan Mantan

Mendadak di Pelaminan dengan Mantan

Dilihatnya Niki, assistantnya tengah berdiri dihadapannya membawa segelas kopi yang Killian pesan. "Kopi Anda. Espresso, disangrai sampai gelap, triple shot, dengan gelas keramik hitam. Dipastikan sangat pahit dan mengembalikan konsentrasi Anda," jelas Niki dengan senyuman was-was, takut Killian memintanya pergi memesan kopi baru lagi hanya karena permukaan gelas ada sedikit bekas jari atau karena takaran air yang tidak sesuai tarakan dia inginkan.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

ketusnya. Aku memekik keras. Memegangi punggung tanganku yang terkena kopi panas milik Gladia. Kedua mataku berkaca-kaca. Rasa perih langsung kudapati. Punggung tanganku memerah, bahkan ada beberapa bagian yang melepuh. Aku tidak lebay dalam hal ini, tetapi minuman itu sangat panas. "Gla!" Sentakan Kelam membuatku dan Gladia menatap ke arah cowok itu. Dapat kulihat raut wajah marah dan juga kekhawatiran di netranya ketika melihatku.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder

Mereka menghampiri Milla dan menyerahkan satu gelas padanya. "Ini ...?" "Minuman dari Pak Yoan," kata staf tersebut singkat sebelum sibuk membagikan minuman ke orang lain. Milla memegang gelas itu di tangannya, kaget saat menyadari bahwa gelasnya hangat. Isinya ternyata cokelat panas! Bukankah itu yang paling dia butuhkan saat ini? Namun, dari sekitarnya terdengar suara-suara berbisik penuh keluhan, "Yoan malah traktir minuman panas .... Musim begini siapa sih yang minum minuman panas?"
10121.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Gadis Perawan Untuk CEO

Gadis Perawan Untuk CEO

ucap salah satu pelayan yang sepertinya sudah sangat mengenalnya. "Selamat siang, bisakah berikan aku secangkir kopi panas seperti biasanya," pinta Reynold. "Tentu saja, satu sendok kopi luwak dengan satu setengah sendok gula dan cream secukupnya," ucap pelayan yang sudah begitu hafal dengan kopi yang diinginkan pelangganannya itu.
9193.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

PERANGKAP PANAS CEO DINGIN

Seperti mesin kopi. “Hmmm ... tapi aku belum pernah menggunakan mesin ini sebelumnya, Tuan,” ungkap Ellshora melebarkan senyum. Luke mendekati Ellshora di depan mesin kopi. “Lihatlah!” Dengan lihai, Luke memperlihatkan pada Ellshora cara membuat kopi seperti yang biasa ia lakukan. Luke masih memegang gagang poltafilter. “Oke-oke, aku sudah mengerti. Aku mau mencobanya, Tuan!”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
CEO Galak itu Mantan Kekasihku

CEO Galak itu Mantan Kekasihku

Ia memperhatikan Ghea dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ia mengharapkan adanya kecanggungan, atau setidaknya satu lirikan malu-malu yang menunjukkan bahwa Ghea masih terbayang-bayang pelukan mereka di apartemen tadi subuh. Namun, yang ia temukan hanyalah sepasang mata cokelat yang menatapnya seolah ia hanyalah sebuah mesin ATM yang sedang menunggu instruksi. “Kopi Bapak. Suhunya sudah saya pastikan 65 derajat. Sesuai standar Bapak,” tambah Ghea lagi, lalu berdiri tegak dengan tangan tertaut di depan perut.
845 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Slave

Slave

Ayesha mengambil satu kemasan cukup besar bubuk kopi hitam instan dan mengambil satu sendok ukuran kecil, lalu Ayesha menyendok bubuk kopi itu dan menaruhnya ke dalam sebuah gelas. Ayesha menambahkan beberapa sendok gula pasir cukup banyak ke dalam gelas sebab ia sangat tau jika Hasan sangat suka minuman yang manis. Setelahnya Ayesha menyeduh kopi dan gula tadi dengan air panas, mengaduknya dengan sangat perlahan.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Pengganti Hati Sang Mafia

Pengganti Hati Sang Mafia

bisik Mira. “Karena orang biasanya tidak bilang kalau mereka butuh,” balas Mateo sambil menuangkan dua gelas amber liquid dari botol tak bermerek. Bukan kopi. Sesuatu yang lebih jujur. Mereka minum dalam diam. Mateo memperhatikan cara Mira memegang gelas—jemarinya panjang, kuat, dengan kapalan tipis di bagian yang tidak biasa bagi seorang pelayan kafe. Tatapan Mira tidak genit, tapi menguliti. Ia seolah sedang memetakan setiap kerutan di dahi Mateo.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Presdir

Istri Kedua Sang Presdir

Sesekali, matanya melirik ke arah mesin kopi, memastikan suara gemuruhnya tetap stabil. Dua cangkir dengan model berbeda sudah berjajar rapi: mug kaca bening khusus Olivia—yang isinya latte panas dengan taburan cinnamon tipis—dan mug hitam polos berisi kopi hitam pekat kesukaan Keandra.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Merobek bungkus kopi saset dan menuang air panas dari teko ke dalam cup kertas. "Eh iya, terserah mau apalah itu namanya," ujar Titan tak peduli, "cepetan Mang, lima menit lagi bel pelajaran kedua. Titan campur sendiri aja nanti kopi sama air dinginnya di kelas kalau sempat." lanjutnya buru-buru sembari mengambil air mineral dingin di kulkas. "Nih, Neng. Hati-hati bawanya." Mang Asep menyerahkan kopi panas dalam gelas kertas.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai gelas kopi tahan panas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status