Patah
Dia berdiri bersandar di pintu itu.
Menunggu…
Mendengar bunyi shower yang seperti air hujan, tanpa suara lain.
PRANGG…
Bunyi benda-benda jatuh berkelontangan membuat Nayara tersentak. Suara air masih mengalir dari shower. Dia menahan dirinya tidak masuk. Tapi ketika bunyi dug dug dug terdengar lagi, spontan, dia langsung membuka pintu. Melihat Manggala yang basah kuyup duduk bersandar di lantai, dia segera menjadikan telapaknya lagi sebagai bantalan. Matanya menyapu ruang, mencari hal yang bisa menjadi sumber bahaya. Ketika melihat banyak pecahan kaca jauh dari jangkauan mereka, dia merasa tenang. Nayara membiarkan shower tetap menyala yang membuat air menyiprati tubuhnya.
Bab Populer