Badai Sang Pemberani
Suara klakson, gemuruh kehidupan kota, dan semilir angin laut membaur jadi satu dalam harmoni kota metropolitan yang tidak pernah tidur.
Valeri–sekarang Elaine–Berdiri di dekat jendela, membiarkan rambut panjangnya diusap angin pagi. Matanya menatap jauh, kosong, namun hatinya berisik oleh kecemasan. Badai, atau Nicholas, sedang duduk di sofa dengan secangkir teh hangat di tangan, mengenakan hoodie gelap dan celana santai.
"Kau belum tidur semalaman?" tanya Badai, nada suaranya lembut tapi tetap mengandung kekhawatiran.
Hot Chapters