Bayang di Balik Kabut
Gerbang batu itu menjulang tinggi, penuh ukiran simbol darah yang belum pernah Laras lihat sebelumnya—bentuknya seperti serpihan bulan, mata terpejam, dan api yang terbelah dua.
Saat Laras menyentuh gerbang, ia merasakan denyut kuat dari dalam tanah.
*Gerbang itu hidup.*
Dan ia bertanya dalam bahasa kuno, bukan dengan kata, tapi dengan darah:
“Apakah kau layak?”
Laras menggigit ibu jarinya, membiarkan darah menetes ke simbol utama. Seketika, ukiran batu menyala merah, dan gerbang itu membuka perlahan… mengungkap lorong batu gelap menuju lembah tersembunyi.
Bab Populer