Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Side Story of Erhan

Side Story of Erhan

“Dimana pemotretan Bianca terakhir kali? Maksudku, pemotretan diluar kota atau di luar negeri.” “Tunggu sebentar.” Ucap Chasel. Pria itu terdengar mengetikkan sesuatu di kejauhan sana. “Seharusnya, dua hari yang lalu dia melakukan pemotretan di Derawan. Tapi kita semua tahu kalau dia tidak kesana.” Ucap Chasel buru-buru. “Pemotretan dia terakhir ke Pengaron. Seharusnya dia menggunakan pesawat ke Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor (BDJ).”
9.825.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Alat-alat yang dulu terpendam di sudut vila, kini kembali hidup di ujung jari Karina yang cekatan. Di dinding studio, tergantung banyak sertifikat penghargaan guru dan timnya. Tempat ini bukan lagi tempat perlindungan, melainkan jangkar bagi kapal kariernya dan pelabuhan bagi impiannya yang akan berlayar kembali. Saat beristirahat sejenak, pandangan Karina jatuh pada sebuah bingkai foto di meja. Di dalamnya adalah foto dirinya bersama Zain di bawah matahari terbenam di tepi laut. Berdiri berdampingan, senyum mereka hangat dan nyata.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

Napas mereka menyatu, bibir mereka masih bersinggungan, dan tangan Marco tetap menggenggam pipi Hiriety seolah dunia bisa runtuh tapi dia akan tetap memegangnya. Fotografer itu, pria berambut perak dengan mata tajam namun ramah, menurunkan kameranya dan tersenyum puas. “Cinta kalian... nyata. Foto ini akan jadi karya terbaik di galeriku” katanya dalam aksen Yunani yang kental. “Aku ingin—dengan izin kalian—memajangnya. Orang-orang harus lihat cinta seperti ini.”
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

Di ulang tahunnya yang ke dua puluh tahun, Kara memberinya sebuah sertifikat kepemilikan 2 hektar kebun anggur di wilayah Tuscany, Italia, atas namanya. Sementara saat perayaan anniversary mereka yang pertama, Kara mengajak Diandra dan beberapa teman dekatnya ke Bali. Mereka berlibur dan menginap selama empat hari tiga malam. Dan di akhir perjalanan, Kara memberinya Panthere De Cartier, sebuah koleksi jam tangan ikonik dari Cartier yang dihiasi berlian, onyx, dan zamrud. Jam tangan couple yang kerap dipakai keduanya hingga saat ini.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Wasiat Cinta Untuk Chiara

Wasiat Cinta Untuk Chiara

Album foto yang berisi segala momen kehidupan Naomi, potret sang mendiang semenjak bayi hingga potret terakhirnya ketika bertunangan. Gadis itu menyentuh potret itu dalam diam dengan senyum terkembang. Kakaknya terlihat begitu cantik di sana, berdiri dengan senyuman menawan sambil menunjukkan cincin di jari manis tangan kiri. Ada sosok Nardo di sisinya. Pria itu tampak menjulang tinggi, memamerkan senyum tipis nan memesona ke arah kamera. Atensi Chiara jatuh pada sosok sang pria. Tanpa sadar jari telunjuk lentiknya membelai wajah tampan di foto itu. Ada tatapan rindu dari sorot mata indahnya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
ISTRI 365 HARI

ISTRI 365 HARI

Diam-diam Kara tersenyum kecil dan mengamini setiap kata-kata Bagas. Keesokan Harinya. Bagas dan Kara sibuk menata rumah, sama sekali tak terlihat wajah letih di wajah Kara karena ia merasa sangat bersemangat untuk memulai rumah tangga kecil mereka. “Lagi apa Kar?” tanya Bagas yang mendapati Kara sedang menunduk di depan sebuah koper. Kara mendongak, di tangannya terlihat sebuah bingkai foto kecil. “Apa itu?” tanya Bagas sambil berjongkok di depan Kara. “Foto pernikahan kita, aku sempet umpetin satu!” seru Kara dengan senyuman lebar. Bagas mengambil bingkai foto di tangan Kara, di foto itu terlihat mereka sedang tertawa bahagia dengan latar belakang pantai mediterania. Kara terlihat cantik d
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

terasa begitu nyata, begitu bisa dicapai, terutama dengan Ezra di sisinya. Ia mengeluarkan ponselnya, yang kini sudah kembali mendapatkan sinyal penuh. Ia mulai menggulir galeri fotonya, ingin menghidupkan kembali perjalanan mereka dari awal. Ada foto-foto pemandangan, foto detail sanggar, dan beberapa foto selfie konyol yang ia paksa Ezra untuk ambil. Lalu, jarinya berhenti pada sebuah foto. Foto itu buram, diambil dari dalam mobil yang bergerak. Sebuah foto papan nama kayu sederhana yang sudah lapuk, bertuliskan "Goa Pelangi".
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Tapi peta. Peta gaib. Dengan tinta ungu terang, Karina menggambar sebuah jalur melintasi dimensi. Di tengah peta tertulis: > Tempat Terakhir Rasa Berakar --- Mereka bertiga berunding. Toyo mengangkat tangan, “Kalau itu tempat dia, ya kita kejar!” Randi setuju, “Gue bawa kamera. Ini konten gold!” Dimas hanya mengangguk pelan. “Karina... kamu nggak akan sendiri.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
GET MARRIED TO KARINA

GET MARRIED TO KARINA

tanya Karina. Ardana mengangguk sambil melihat wajah Karina dari kaca spion sebelah kiri motornya, “Oh, Oke. Kita ke TMII, ya!” Setelah lampu hijau menyala, ia langsung mengendarai motornya menuju ke arah Cipayung untuk pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, tempat yang Karina inginkan dikunjungi lebih dulu.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai gia carangi last photo
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Pak!

Sentuh Aku, Pak!

“Nggak. Chaka ngirim foto kami pas dulu, muka aku kocak banget di situ, lucu aja.” “Foto kayak gimana? Coba lihat.” pinta Savian sambil menyodorkan tangannya. “Nggak usah di lihat, jelek, Mas.” Serius, menurut Carla fotonya memang tidak bagus. Ia terlihat seperti orang tolol karena belum siap untuk di foto. Carla masih ingat jelas kapan foto itu diambil. “Mana lihat.” Tapi Savian tidak kenal kata menyerah. Ia mau lihat foto seperti apa yang masih Chaka simpan.
9.81.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.6K kali sebagai gia carangi last photo
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
helloimironman
Hallo, ini ironman! Maaf karena cerita ini blum ada bab terbaru. Abis Lebaran aku drop, ditambah minggu ini aku UTS. Jadi bener2 susah cari waktu buat nulis. Aku pun sebenarnya udh kangeeen banget sama Carla dan Pak Savian. Mhn do'anya ya temen2 smg aku cepet sehat dan bisa kmbali nulis lagi! ...
FF Gaming
sedang seru seru nya membaca ...yaaaaah abis tak ada lagi sambungannya..gw kan penarasaran cerita kelanjutan nya....setiap hari gw buka berharap ada keajaiban cerita untuk selanjutnya..tapi hasil nya kecewa sangat......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status