Biarlah Kenangan Masa Lalu Menjadi Buah Waktu
Bercinta dengan kakaknya sahabat untuk ke-999 kalinya, Isabel Minarto duduk di pangkuan Haikal Lamono, bergumul selama hampir satu jam. Butiran peluh muncul di dahi pria itu, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. "Bagaimana kalau ... aku membantumu?" usul Isabel lembut, pipinya memerah. Dia kasihan pada Haikal. Namun, Haikal dengan lembut mengacak rambutnya. "Nggak apa-apa, aku bisa lakukan sendiri. Kamu mandi dulu." Air panas mengalir deras, dan dalam kabut uap, Isabel tiba-tiba teringat bahwa dia lupa membawa piama. Tepat di saat dia membuka pintu kamar mandi, dia mendengar napas pelan dan berat dari ruang tamu. "Silvana ...."