Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gelora Hasrat Sang Ipar

Gelora Hasrat Sang Ipar

Begitu membuka matanya, rasa ngilu di seluruh tubuh langsung menyambutnya. "Sialan," desisnya pelan. "Udah bangun?" Harry datang dengan segelas air putih. "Minum dulu," ujarnya sambil membantu Gaby duduk tegak. Gaby menarik naik selimut untuk menutup tubuh bagian atasnya yang tersingkap. "Kenapa ditutupin? Aku udah liat semua." Gaby mendelik. "Jaga mata mu. Aku tidak kuat lagi. Bahkan suara ku nyaris hilang," omelnya dengan suara serak.
103.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Wanita Gila Mencari Cinta

Wanita Gila Mencari Cinta

Sampai Safira tersenyum lega. Ibu mertuanya beranjak dari sisi Aster. Dia menuju meja menuang isi termos kecil ke gelas. Kemudian membawanya kepada Aster. Gelas ditaruh terlebih dahulu ke nakas. Safira membantu Aster duduk bersandar ke headboard. Barulah menyerahkan gelas air. Aster memegang gelas tersebut. Hangat merayap ke tangan. Dia mendekapnya. Berharap hangat itu mengalir jauh ke dalam lubuk hati. Maka dia pun menegak isi gelas.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Pesona Ibu Tiri Temanku

Pesona Ibu Tiri Temanku

Merasa ada yang spesial? Bzzt! Ponsel di dadanya bergetar lagi. Gilbert cepat-cepat mengangkatnya. Satu pesan terakhir dari Sheilla. "Terima kasih, Gilbert. Good night. " Emoji bulan sabit di akhir pesan itu terasa sangat personal. Gilbert tersenyum dalam gelap. "Good night, Sheilla."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Penawaran Gila Suamiku

Penawaran Gila Suamiku

Kekeh Mila—ibu kandung dari Gio tak tersinggung sama sekali dengan kejutekan bocah berusia 7 tahun itu karena memang sudah terbiasa. Mereka sudah saling mengenal begitu pun dengan para bocah-bocahnya—sendari balita, dua bocah itu memang selalu berdekatan, tapi sifat Gio yang pendiam dan penurut kadang menjadi sasaran kejahilan Lucy, meski terkadang pun Gio juga menyebalkan sok pahlawan tukang ngadu—well, begitu kata Lucy, membuat para orang tua gereget sendiri. Tapi ya sudah lah urusan bocah, selagi masih di batas wajah, toh Gio pun tak merasa tersinggung—Mila pernah bertanya pada putranya itu.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Sukses Usai Diselingkuhi

Sukses Usai Diselingkuhi

Ia mendengarnya ketika ibunya berbicara dengan Tante Virda. "Maaf, Pa. Ghani masuk dulu, ya!" Walaupun jiwanya terluka, ia masih berusaha untuk bersikap baik pada Wiguna. Pernah ia menumpahkan amarahnya dan hal itu diketahui oleh Hilma. Setelah mendapat arahan, kebencian itu tak pudar, semakin melekat dan susah dilepaskan. Namun, setidaknya Ghani masih bisa menahan diri, sebab ibunya bilang, bagaimanapun sikap sang ayah, ia tetap harus menghormati. "Mas Ghani mau kemana?" tanya Ghava melihat saudara kembarnya melangkah masuk, tetapi tak mendapat sahutan.
1041.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 944 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Pesona Gila Tuan Muda

Pesona Gila Tuan Muda

Ia baca perlahan hingga matanya berbinar senang. "Iya aku mau kok berteman sama Vala, Vala cepet tolong aku. Hiks, disini sakit," ucap Hilda serak. Kertas itu Hilda remat kuat, seketika traumanya datang. Kertas membentuk bola terlempar ke bawah ranjang, Hilda mulai berteriak-teriak. "Makasih ya pak, saya permisi!" "Iya dek, hati-hati ya!"
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Skandal Gila Suamiku

Skandal Gila Suamiku

Lagi pula, bukankah Bang Roni memang ada di pihakku? “Dasar nafsuan. Enak kalau Ayah Hilda kayak gitu.” Gumam Riya. “Emang Bang Sarip nggak kayak gitu?” pancingku. “Nggak. Dia orangnya dingin. Biar aku udah dandan cantik-cantik, nggak mau dia nyosor duluan. Aku dikasi jatah aja Cuma seminggu sekali. Itu pun kalau dia nggak capek.”
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Gelora Hasrat Terlarang

Gelora Hasrat Terlarang

Wajah itu tampak damai, mata terpejam, beberapa helai rambut yang jatuh di dahi berkilau putih keemasan diterpa cahaya matahari pagi. Dengan perasaan tentram, Jiyya mengulurkan ibu jarinya, membelai lembut garis garis halus di sudut matanya. “Dasar tua bangka mesum,” “Biasanya, julukan mencerminkan karakter seseorang, Jiyya. Dan julukan barusan terdengar berlebihan untuk aku sandang,” jawabnya datar, mata masih terpejam. Jiyya mendengus pelan. “Katakan itu pada Silvana…”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Dendam Bos Gila

Dendam Bos Gila

Suasana begitu hening dan mereka merasa canggung satu dengan yang lain. "Tolong bawa aku ke sebelah sana." Tara menujuk ke sisi lain area parkir. "Suami kamu jemput?" Tara menggeleng tetapi tak mau menjelaskan. Ketika Rama mendorong kursi rodanya, wanita itu diam-diam menghapus air mata yang kembali mengalir. "Ibu Giyanti?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Leon

Obsesi Gila Leon

gumamnya dengan bibir bergetar. Di sana, terpampang jelas kompilasi foto mesranya dengan Matteo saat mereka berada di Madeira dan Korea Selatan setahun yang lalu. Foto-foto yang seharusnya tersimpan rapi, kini menjadi konsumsi publik dengan narasi yang menghancurkan reputasinya sebagai adik tiri yang setia. "IBU! IBU! KESINI CEPAT!" jerit Simona histeris, suaranya melengking memecah ketenangan rumah mewah itu.
10638 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gila hormat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status