Pembalasan Dewa Perang
Dalam beberapa dekade terakhir, Ansel menjadi orang pertama yang disebut sebagai Dewa Perang.
Matanya tajam seperti elang. Sayapnya kuat dan kakinya cepat. Ia benar-benar Elang emas kebanggaan negara.
Mata Ansel kembali tertuju pada layar tablet. Kemudian senyum mengerikan tampak dari sudut bibirnya.
"Dia berusaha keras untuk membunuh ayah mertuaku, supaya dia bisa menguasai hartanya, kan?" Ansel menegakkan punggungnya. "Heh, tidak semudah itu!" sambungnya kejam.