Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Tang Hu

Legenda Tang Hu

Note : Untuk bab kultivasi ganda bisa di skip bagi yang belum cukup umur. Langit secara tiba - tiba menjadi gelap. Namun bukan malam hari, melainkan mendung yang akan membawa hujan turun. Rintik hujan, semakin deras dan kuat. Nampaknya semua perjalanan harus berhenti untuk berteduh. Tang Hu dan Murong An berada di dalam Gua yang gelap, juga memiliki penerangan yang baru saja Tang Hu ciptakan dari api Nirvana.
9.1147.7K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as gombalan mendung
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

Bab 59 Malam itu langit terlihat kelam dan ganas. Berawal dari suara gemuruh guntur yang bersahutan, tak lama kemudian butiran air berjatuhan. Hujan turun begitu lebat. Tidak hanya itu, angin berembus dengan begitu kencang, menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Semua orang gegas mencari tempat berteduh termasuk Embun dan Manggala. Tak mungkin ia mengemudikan kuda besi saat hujan lebat. Bisa-bisa ia pulang tanpa nama.
1036.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as gombalan mendung
Read
+Library
Renggali

Renggali

“Hujan. Hem ...! di saat begini, kenapa sesuatu yang tidak kusukai ini selalu mengingatkanku tentang dia.” Gadis cantik itu perlahan berjalan menuju jendela, masih dengan piyama kimono pink yang ia kenakan. Sambil membuka jendela, pandangannya tertuju langsung pada hujan yang turun itu. Sambil berpikir? “Bahkan langit saja sama seperti dia? Yang cerah berwarna hijau, lalu hitam mendung begini. Karena dibalik kebahagiaan? Juga harus siap menghadapi kesengsaraan.”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Disangka Masih Hilang Ingatan

Disangka Masih Hilang Ingatan

Dia malah murung. Aku heran. "Tapi apa?" Ada rasa khawatir memburu dada. "Tapi ... gak ada tempat spesial lagi selain ada di dekat kamu." "Iiiih!" Sontak kusundul kepalanya dengan telapak tangan ini. "Tukang gombal!" ketusku sambil tertawa. "Aku gak pernah gombal. Kecuali sama kamu." "Bohong."
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 683 Times as gombalan mendung
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Semoga Tuhan mengabulkan doa kami. Haaa, whaaat? Ya ampuuun, aku kan, mau mandi? Oh, God! Lindungilah hamba-Mu ini dari bencana banjir di Rumah Boneka. Auuuhhh, semoga air di bath tub nggak meluber kemana-mana. ***
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as gombalan mendung
Read
+Library
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

“Tenang ... tenang ... tenanglah!” Langit tiba-tiba mendung, seperti sedang menggambarkan suasana hati Raline saat ini. Melihat itu, hujan di pipinya lebih dulu turun. Bayangan Rafan yang sedang berbahagia dengan Marsha terus mengintai padahal itu hanya bagian dari prasangkanya saja.
1037.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as gombalan mendung
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

“Benarkah sang istri dibayar ratusan juta per bulan?” “Raydan Dirgantara Terancam Dicopot.” Nara menutup laptop pelan, lalu berdiri dan berjalan ke balkon. Hujan belum turun, tapi langit mendung dan angin berhembus seperti sedang membawa kabar buruk dari segala arah. Ia menggenggam railing balkon dengan jari yang sedikit gemetar.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Awan gelap dan tebal menyelimuti gunung Sumbing. Kinasih melihat nya dari bawah. Ada sedikit rasa khawatir melihat mendung yang tiba-tiba itu. Namun rasa cemasnya sedikit hilang saat dia teringat ajian sakti milik Jaka Geni saat melawan Pangeran Arya Kartajaya.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 401 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

Ia mengulurkan tangan mengangkat mug berwarna hijau sage dan putih itu lalu menyeruputnya perlahan. Awan gelap sudah mulai muncul di ujung langit. Kinan menyadari itu sebelum kemudian mendesah pelan. ‘Ini bukan pertanda baik,’ katanya dalam hati. Lalu Kinan melirik tas-nya yang ada di sampingnya dengan penuh pertimbangan. Tampaknya Adrian pun juga melihat ke arah yang sama dengan Kinan. “Cuaca sedang tidak menentu. Hampir setiap sore kemungkinan besar akan turun hujan.” Adrian membuka suaranya lagi. “Nanti pulangnya aku antar yah.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as gombalan mendung
Read
+Library
Menggoda Sang Paman

Menggoda Sang Paman

Govan tertawa pelan. “Om bisa aja…” Mata Nabila sedikit berkaca, tapi ia tertawa sambil menunduk. Mereka terdiam sejenak. Tapi kali ini, hening itu terasa hangat. Seperti jembatan yang sempat retak kini mulai tersambung kembali. “Oh iya,” kata Govan lagi, “kalau kamu butuh tambahan uang saku…” “Om,” potong Nabila cepat. “Aku bawa cukup kok. Tapi kalau nanti kurang… ya tinggal merengek manja.”
105.0K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as gombalan mendung
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status