Menggoda Sang Paman
Govan tertawa pelan.
“Om bisa aja…” Mata Nabila sedikit berkaca, tapi ia tertawa sambil menunduk.
Mereka terdiam sejenak. Tapi kali ini, hening itu terasa hangat. Seperti jembatan yang sempat retak kini mulai tersambung kembali.
“Oh iya,” kata Govan lagi, “kalau kamu butuh tambahan uang saku…”
“Om,” potong Nabila cepat. “Aku bawa cukup kok. Tapi kalau nanti kurang… ya tinggal merengek manja.”