JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Nggih, Mbah. Kalau seperti itu keputusan Neng Imel, kami hanya bisa bilang untuk selalu berjaga diri. Salat, ngaji, dzikir sebelum tidur, jangan sampai tempat tidurmu kotor.”
“Nggih, Paman. Besok Imel tak rapihin ulang kamarnya.”
Malam ini suasana sedikit tenang dari biasanya. Mungkin karena setelah Rere pergi, Eyang baru bisa duduk lama seperti ini, aku pun begitu, malam-malam kemarin kami begitu sibuk. Aku, Eyang, Bang Hasim dan Bang Panca seperti tak punya waktu luang selama menjaga Rere.