Cantik Yang Disembunyikan
katanya pelan.
Kai menerima ponsel itu sambil tersenyum. “Sip.”
Lalu, seolah merasa belum cukup, ia menambahkan, “Kalau kamu butuh teman ngobrol, teman curhat, atau cuma pengin cerita hal-hal nggak penting—selama aku di sini, aku bisa nemenin kamu.”
Ia tertawa kecil. “Kita resmi temenan, ya. Lumayan, aku nambah teman di kampung.”
Bab Populer