Cinta Pengganti
“Kalau dicuci dua-duanya, kalau nggak kering, aku besok pake apa?”
“Sepatumu cuma dua?” Kasih mendongak. Menatap langit pagi sembari mengingat rak sepatu khusus miliknya, yang berisi bermacam-macam model sepatu. Tidak hanya miliknya, tetapi Kasih juga mengingat rak sepatu di rumah Aga. Meskipun Awan tidak memiliki rak sepatu khusus seperti Kasih, tetapi sepatu Awan juga sangat banyak.
Duta mengangguk, dan terus menyikat sepatunya dengan perlahan. “Dua buat sekolah, satu buat jalan.”