WARISAN DARI BAPAK
Kulihat Ibu mencoba tegar, meskipun dapat kulihat luka di dua bola matanya.
--
Selesai dimandi dan disholatkan, jenazah Bapak siap untuk dikemudikan. Kini kami berjalan di belakang tandu, mengantar cinta pertama kami menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
"Pak, kenapa tega?" rengekkan Ibu yang kali pertama kudengar sejak tadi siang.
"Pak, untuk apa kita rujuk jika ujung-ujungnya Bapak ninggalin Ibu?"