Jerat Rahasia Kapten Ragnar
"Kakekmu, Wirya Adhitama... dia tidak mati. Dia hanya menunggu rahimmu siap untuk menerima kesadarannya yang telah diunggah ke dalam sistem global. Keturunanmu... itu bukan anakmu, Valencia. Itu adalah wadah baru bagi keabadiannya."
Ragnar meremas rahangnya dengan amarah yang membara. Ia membopong Valencia dengan paksa, memeluknya erat di dada bidangnya, dan melompat masuk ke dalam lift darurat. Pintu baja itu tertutup tepat saat Sang Archivist mulai merapalkan nyanyian kematian yang meruntuhkan seluruh perpustakaan.
Di dalam lift yang meluncur naik, Valencia menangis sesenggukan di pelukan Ragnar. "I takut, Ragnar... I tidak ingin menjadi wadah bagi kakek I sendiri... I hanya ingin menjadi
Hot Chapters