Anneth
"Urusan yang sangat pelik, mengenai masa depan sahabatku, kurasa hanya kau yang dapat membantunya."
"Kenapa harus aku, dia kan sahabatmu bukan sahabatku?"
"Hey, kenapa kau berbicara seperti itu? Baiklah, kalau begitu, kita lupakan saja soal tunanganmu." ujar Anneth menggerutu.
"Hihihi… santai, Ann. Aku hanya bercanda, jangan dianggap serius. Jadi, bantuan apa yang kau butuhkan dariku?"
Hot Chapters