Mas, Ayo Bercerai!
“Oh, itu Lana. Dia memang rajin sekali. Kenapa, Mas? Mau pesan sesuatu?”
Nama itu Lana. Nama samaran Zola yang ditemukan Haidar tempo dulu. Bukan Zola ataupun Lala.
Haidar merasa seluruh darah di tubuhnya mengalir deras ke kepala, lalu kembali menyusut, meninggalkan sensasi dingin. Ini benar-benar dia. Zola. Wanita yang ia cari, wanita yang ia rindukan, kini berdiri di hadapannya, hanya beberapa meter jauhnya.