Wanita Hina Bernama Nania
Di luar dugaan, respon Nania sangat baik.
“Nyonya,” Bi Hana kembali terfokus dengan Nania. “Kalau ada masalah, nyonya bisa bicara dengan saya. Atau, jika Nyonya ingin saya seduhkan teh, Nyonya bisa cari saya di dapur.”
Nania menarik nafas. Masalah selalu ada, dan kali ini, masalahnya terlalu berat. Tapi Nania adalah manusia yang sudah hidup cukup lama, dia tahu kalau tak semua orang bisa menerima cerita dari kepedihan hidupnya. Kalau pun bisa, Nania tak yakin jika ada yang bisa dia percaya.
Hot Chapters