Antara Ambisi dan Cinta
Tidak lama Ezra datang menyusul, menyimpan jaketnya di atas dan menarik napas panjang sebelum duduk.
Selama beberapa menit pertama, mereka hanya diam. Mendengarkan pengumuman dari pramugari, suara mesin, dan gemerisik dari para penumpang yang baru saja lepas dari dinginnya Hokkaido.
Setelah pesawat mengudara dan sabuk pengaman bisa dibuka, Elara berbisik pelan.
“Mas suka Jepang?” tanyanya sambil menatap jendela.
Ezra mengangguk. “Suka. Tenang, rapi, jauh dari keributan.”