Sentuhan Panas Sahabat Suamiku
"Baiklah kalau memang itu kemauan istrimu. Sampaikan salamku padanya.”
“Iya, Pa.”
“Sekarang, dengarkan tujuan utamaku memanggilmu,” lanjut Howard. “Tiga hari ke depan, aku dan mama mu akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-32. Pestanya akan besar, dihadiri banyak kolega penting. Dan tentu saja, menantu kesayanganku harus ada di sampingmu."
Informasi ini seketika membuat Albert panik dan gugup luar biasa. Wajahnya mengeras, meskipun ia berusaha keras menyembunyikannya dari orang tuanya.