Hajatan Tetangga
Duh, aku baru sadar penampilan kami seperti ini, suami habis membantu tukang, aku habis berkebun, bahkan masih ada sisa lumpur di daster panjang yang kupakai.
"Aku ingin yang ini, berapa harganya?" tanyaku lagi.
"Itu mahal, Bu, kalau gak yang ini saja, tujuh ratus lima puluh," kata wanita itu lagi.
Aku merasa tersinggung juga, tapi kucoba tetap menahan emosi, tak ingin dicap sumbu pendek lagi.
"Yang ini kira-kira berapaan, Kak," tanyaku lagi dengan tetap berusaha sopan.