Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Sebenarnya Mama Mertuanya yang paling pintar membuat kue, tetapi sedang bersama kepala pelayan ke supermarket untuk belanja bulanan, dan ia tak bisa menunggu untuk ngidamnya.
“Masak sendiri ternyata seru juga,” katanya, lalu tertawa kecil ketika spatulanya terjatuh ke lantai. Ia membungkuk mengambilnya, tetapi tak sadar bahwa dari panci kecil tadi, ada sedikit cipratan minyak panas yang menetes ke lantai marmer.
Minyak itu hampir tak terlihat bening, licin.
Nayara berdiri kembali, mengambil loyang di rak atas. “Oke, tinggal oven di 180 derajat,” gumamnya. Ia berbalik cepat, melangkah menuju meja, tapi ....
Hot Chapters