Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kontrak Panas dengan CEO

Kontrak Panas dengan CEO

Wajahnya dia pasang seolah merasa bersedih pula, karena cerita Shreya. Shreya memeluk Arabella dengan wajah sendunya. "Ups, sorry, Shre. Gue gak tahu," ucap Nana merasa tidak enak. "Parah lo!" Bisik Arabella, mereka pun melerai pelukan ini. "It's ok.." sahutnya. "Untuk hati Shreya yang sedang bersedih, kita bersulang kembali." Seru Nana. Mereka pun kembali bersulang.
829 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan CEO

Terpaksa Menikah dengan CEO

Sehingga kini akan dikerjakan oleh Raven saja. Sejak kemarin Anggi sudah menangis lebay karena mau ditinggal oleh menantu kesayangannya itu selama kurang lebih dua minggu di Bali. Membuat Nana merasa ikut sedih. Hingga hari ini akahirnya mereka akan berangkat. Nana berpamitan dengan kedua orang tuanya kemarin, Raven sengaja mengajak Nana pulang ke rumah dan menginap disana selama dua malam sebagai bentuk permintaan maafnya karena menyembunyikan kondisi Haryo. Nana sangat senang, sehingga kemarahannya pada Raven pun sudah tidak bersisa. Lagipula Haryo juga terlihat baik-baik saja, sudah kembali ke rumah dengan sehat dan masalah sudah selesai. Itu sudah sangat cukup membuat Nana sangat lega.
9.8974.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38.0K Beses bilang harith and nana
Ipakita ang mga Review (390)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Basahin ang Lahat ng Review
Perjalanan Cinta Nana

Perjalanan Cinta Nana

Lihat saja senyum tampan yang hadir sejak kehadiran Nana selalu tampak ketika mereka bertemu. Klik ... Marvel melangkah masuk ke unit disambut Nana yang baru keluar dari kamar. “Selamat siang, Tuan,” sapa Nana yang sudah berganti dress pemberian Marvel. “Sudah siap?” Nana mengangguk dengan kedua tangan yang bertaut. “Ayo kita berangkat sekarang!” Marvel mengulurkan tangan kepada Nana. Nana menatap tangan Marvel bingung.
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 90 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Bukan Orang Ketiga

Bukan Orang Ketiga

Sejak acara dimulai, ia begitu menunggu kehadiran Tari. "Oh, iya. Kakak sampai lupa. Mama Tari memang tidak bisa datang, Dek. Kak Nana hamil dan sangat rewel, jadi Mama tidak bisa ninggalin Kak Nana," jawab Akbar. "Alhamdulillah. Sudah hamil berapa bulan, Kak?" Shofi tampak senang mendengar kabar kehamilan Nana seolah lupa jika saudara tak sekandungnya itu sudah begitu jahat padanya.
1021.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 546 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Harapanku

Harapanku

" Nduk... Tante Mira mau lamaran awal bulan. Kamu sama Dana ga usah ikut yo, kalian di rumah aja ! Soalnya Ayah uangnya cuma cukup buat ongkos Ayah dan Ibu aja pulang pergi... " Ucap Ibu. "Ibu mah gitu... Tega banget sih ninggalin aku sama Dana berdua. Aku kan ingin jalan-jalan juga bu... " Ungkapku kesal.
2.5K viewsOn holdIdinagdag sa Library 61 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

tanya Nana sambil tersenyum memandang Rama dan Rama pun langsung menggeleng “Jahat” ucap Nana dengan singkat “Ya udah udah siap belum ?” tanya Rama dengan santai “Udah, ayo kita jalan” ucap Nana pada Rama dan langsung mengajaknya jalan “Iya ayo, tapi sarapan dulu yah, kamu udah sarapan belum ?’ tanya Rama pada Nana sambil memberikan helm untuk di pakai Nana “Belum, aku belum sempat sarapan” jawab Nana yang susah membukan pengait helmnya dan Rama pun langsug membantunya sekaligus dia memakainya helmnya di kepala Nana dan mengunci pengaitnya
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 218 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Nana menjawab datar dan tersenyum hambar. "Padahal tadi kamu nggak ngapa-ngapain lho Na. Cuma duduk saja, tapi kamu yang dimarahi di depan orang banyak." Harto, nama teman kecil Nana sewaktu di kampung, menatapnya penuh rasa bersalah. "Iya nggak apa-apa. Ayo kita jajan di warung Budhe Tin." Nana tersenyum dan menyeret bocah lelaki itu mengajaknya ke salah satu warung langganan mereka saat itu.
1015.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 423 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Wanita Hina Bernama Nania

Wanita Hina Bernama Nania

Bi Hanna menyimpan ekspresi jahilnya karena pada dasarnya dia hanya ingin mengerjai Tuannya dan Nania. "Kau sudah makan?" Brata mencoba kembali dekat dengan istrinya. Nania sendiri menarik nafas dan memijat tengkuknya. "Aku tak lapar." "Tak lapar?" Tampaknya bukan itu jawaban yang mau Brata dengar. "Memang kamu sudah makan, tadi?" Di luar dugaan Nania menggeleng. "Makan siang?" Gelengan yang kedua.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Sebelum Nana resmi masuk tahanan, Arhan pergi melihatnya untuk terakhir kalinya. Hari-hari di dalam tahanan jelas tidak mudah. Gadis kecil yang dulu angkuh dan manja itu, kini wajahnya penuh kesuraman, matanya terlihat lelah dan kehilangan cahaya. Saat melihat Arhan, sorot matanya mendadak memancarkan secercah harapan. Nana merapat ke jeruji, hampir menempelkan seluruh tubuhnya, dan dengan suara bergetar penuh harap, Nana bertanya, “Paman, apa kamu datang untuk menjemputku pulang?”
6.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 233 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
Kaisar Dewa Naga

Kaisar Dewa Naga

Maya menghentakkan kakinya dengan kesal mendengar ucapan Arjuna, tanpa daya, dia hanya bisa mengeluh ke Ariana, sahabatnya itu. Wajah Ariana terlihat malu saat ini, dia menoleh, mengabaikan tangan Arjuna yang masih mengusap kepalanya, menatap pemuda berambut pirang itu sambil berkata dengan senyum kesal, "Kak Arjuna, bisakah kamu berhenti memanggilku Nana di depan semua orang?" Arjuna hendak menjawab, tapi tiba-tiba, dua panel biru dan suara yang mirip gelas kaca di pukul menggunakan sendok muncul di benak melalui telinganya.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang harith and nana
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status