Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TAWANAN CINTA TUAN CEO

TAWANAN CINTA TUAN CEO

Renaldi terburu-buru akibat jadwal lainnya yang harus ia selesaikan. Karina mengangguk juga melambaikan telapak tangannya, "Dah!" Kini tinggal keduanya yang masih terduduk santai sambil menikmati pesanan di cafe tersebut. Cafe bernuansa aesthetic dengan gaya luar namun tetap di beri serbuk nusantara. Sangat cocok untuk tempat pemotretan atau hanya sekedar membagikan stories. "Karina," panggil Marcel.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Kafe tersebut bisa ditempuh dengan waktu 10 menit dari kafeku. Kuparkirkan motorku di parkiran lalu melangkah masuk kafe. Pelayan kafe menyambutku dan mengantarku ke tempat duduk. Aku duduk di salah satu kursi di dekat sebuah hiasan bunga-bunga. Pelayan memberikanku sebuah buku menu dan dengan cepat aku memilih salah satu menu andalan mereka. “Black Meal dan Lemon Juice,” ucapku lalu mengembalikan buku menu pada pelayan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
My Secret Wife

My Secret Wife

Toko bunga, toko buku dan kafe. "Stop!" seru Aruna tiba-tiba, saat mobil yang dinaikinya melewati sebuah kafe. Sontak Vando menginjak rem, menghentikan mobil di sembarang tempat. "Ya elah, jangan buat jantungan, Non! Ada apa, sih?" tanya Ali antara kesal dan kaget. "Mundurkan sedikit mobilnya, Do," pinta Aruna tak menghiraukan racauan Ali.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

ucapnya kemudian mengayunkan langkah menuju pintu masuk kafe. Bang Haris---begitu Pelita memanggil pemilik kafe---adalah teman June. Setiap hari, baik Pelita, June maupun Arina sering mampir ke kafe yang lokasinya tidak jauh dari kampus itu untuk sekadar minum atau ngobrol-ngobrol. Itulah kenapa, daripada di dalam kafe, Pelita, June atau Arina sama-sama bisa lebih leluasa menjangkau tempat paling belakang kafe untuk duduk.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Presdir

Istri Kedua Sang Presdir

Kafe itu bernama Senja Pertama, sebuah tempat yang dirancang dengan kayu gelap dan kaca besar, memberikan kesan nyaman sekaligus elegan. Pintu kafe itu terbuka. Aromanya langsung menyergap, perpaduan manis antara kopi panggang dan roti bakar. Di sudut kafe, di bawah cahaya lampu temaram, duduklah seorang wanita muda. Clara. Sahabat Keandra. Satu-satunya penghubung Keandra dengan kenyataan Neina saat ini. Sahabat lama yang harus bertemu sebab takdir mereka.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Penyamaran CEO Tanaka

Penyamaran CEO Tanaka

Sore itu langit Surya Timur berwarna jingga lembut ketika Maya dan Risa berjalan menyusuri trotoar menuju kafe langganan mereka, Luna Brew. Kafe kecil itu berdiri di pojok jalan, diapit toko alat bangunan dan tempat fotokopi — tidak mewah, tapi selalu ramai oleh aroma kopi dan suara musik akustik yang hangat.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Dibalik Dendam Sekretaris

Dibalik Dendam Sekretaris

Ia turun dari mobil sambil menenteng tas kerja dan satu buku catatan yang kali ini tidak ia sembunyikan terlalu dalam. Kafe kecil di sudut jalan itu sudah buka. Lampunya temaram, bau kopi baru diseduh bercampur dengan aroma roti panggang. Tempat ini sederhana, jauh dari dunia Elion Group, dan justru karena itu Aruna memilihnya. Seorang pria sudah duduk di sudut, membelakangi jendela. Jaketnya disampirkan di kursi, rambutnya sedikit berantakan, ekspresinya lelah tapi waspada.
515 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Cinta Dibalik Hukum Adat

Cinta Dibalik Hukum Adat

“Iya Sar, untuk barcode acara besok uda gue kirim ke lo ya!” “Oke-oke gue sama Rio besok pasti bakalan datang!” Ucap Sarah dengan riang. Keesokan harinya… Sarah dan Rio mengenakan baju bernuansa putih, sesuai tema dari acara grand opening café milik Narandra. Sarah dan Rio juga datang lebih awal karena mereka tidak mau terlambat di acara itu. Setelah perjalanan hampir 45 menit akhirnya Sarah dan Rio sampai juga di café baru milik Narandra. Café itu benar-benar terlihat mewah dan juga berkelas. Café yang hampir full kaca dengan interior kayu berwarna coklat gelap, dan lampu-lampu cantik tak lupa dengan tambahan tanaman-tanaman hijau yang semakin membuat tempat ini begitu memukau. Tempat ini j
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai haruna cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status