Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Duduk melingkup di depan meja berbahan kayu mahoni yang letaknya berada di sudut ruang makan cafe itu. Eileen's Special Cheese Cake adalah tempat yang direkomendasikan Daniel Liam sejak satu bulan lalu kepada keluarganya untuk dikunjungi. Cafe yang lebih mirip dengan toko kue atau dessert itu terletak di sekitar wilayah Nolita New York City, tepatnya di 17 Cleveland Place, Frnt A, New York City, NY 10012-4052. Meski tampilan luar dan nama cafe lebih terlihat seperti toko kue yang hanya menyediakan menu dessert. Namun, di cafe ini juga menyediakan makanan berat layaknya cafe pada umumnya.
1013.6K viewsOn holdAdded to Library 313 Times as daun cafe
Read
+Library
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Namun penuh tekad. Pertempuran baru saja dimulai. Darren menekan tombol pada remote presentasi. Layar besar menampilkan gambar bangunan kafe dengan nuansa hangat, kayu, tanaman hijau, dan tulisan besar di atasnya: “Kopi Rasa Rumah.” Darren menegakkan bahu. “Konsep kafe kami adalah kopi rasa rumah.” Para dewan direksi langsung fokus. Beberapa bahkan mencondongkan badan ke depan, penasaran. Di sisi meja utama, Nyonya Rukmini tersenyum puas melihat reaksi itu.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as daun cafe
Read
+Library
Pria Payah Yang Dijodohkan Denganku, Ternyata ....

Pria Payah Yang Dijodohkan Denganku, Ternyata ....

Bram berucap pada salah seorang pramusaji yang menyapa mereka. Pramusaji tersebut menatap Bram sejenak, lalu beralih pada Andina sebelum kemudian mengangguk. "Oh baik, Bapak. Mari ikut saya." Bram mengangguk. Ia membiarkan Andina mendahului langkahnya dan mengekor di belakang si pramusaji dengan seragam bernuansa cokelat tersebut. Lajendra. Sebuah nama unik yang untuk cafe dengan hidangan dan konsep milineal. Jujur ini kali pertama Andina menginjakkan kakinya kemari. Rupanya benar, cafe ini cukup menarik untuk dikunjungi.
1026.7K viewsCompletedAdded to Library 587 Times as daun cafe
Read
+Library
Twins D

Twins D

) memasuki sebuah cafe yang sangat khas dengan nuansa Doraemon, dari dinding yang bercat biru, bercorak Doraemon, pintu, kursi, meja, hampir semua benda di cafe itu berwarna biru dan putih. Mereka memilih duduk di meja paling pojok yang terbuka menghadap ke luar dengan pemandangan aneka pepohonan kerdil yang sangat lucu. Taman di cafe itu didesain khas Jepang. Tanpa AC, yang ada hanya angin semilir yang menerbangkan helai-helai rambut nakal cewek-cewek yang memilih duduk dipinggiran. Tak lama pelayan datang menanyakan pesanan mereka. Dengan cepat mereka menyebutkan pesanan masing-masing karena memang sudah merencanakannya sebelum datang ke cafe.
9.934.4K viewsCompletedAdded to Library 998 Times as daun cafe
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Lo ditunggu mas Qai depan kafe lobi, buruan katanya. Dia mau rapat sama pak Pras.” “Buruan, Cit!” sambar Aldo. “Kita juga mau cabut habis ini.” “Iyaaa!” Cita langsung beranjak dan berlari menuju kafe yang berada di samping lobi kantor Metro. Melihat Qai sudah bertolak pinggang di sana, Cita segera memberi senyum ramah selebar mungkin. “Napa, Mas?” “Saya mau rapat, terus lanjut keluar kota.” Qai memutar tubuh, untuk mengambil sebuah paper bag yang ada di kursi kafe di belakangnya. “Ini, biasa. Titipan mas Nando buat kam—”
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as daun cafe
Read
+Library
Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Laurent dan Dianora bertemu di sebuah kafe yang terletak di kawasan baru yang baru saja diresmikan beberapa hari lalu. Dianora turun dari mobilnya, mantel tipis membungkus tubuhnya dengan anggun. Udara malam menyentuh pipinya, tapi dia tak peduli. Dengan langkah ringan, ia menuruni tangga panjang yang menghubungkan tempat parkir dengan kafe di bawah. Tangga itu dijuluki "Seribu Tangga," bukan tanpa alasan. Bahkan hanya dengan melihatnya, orang bisa merasa lelah.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as daun cafe
Read
+Library
Daun Yang Sumbang

Daun Yang Sumbang

Sudah dua tahun pohonku layu. Daunnyal telah lama menguning dan perlahan mulai rontok. Tak terdengar lagi nyanyian di dalamnya. Tak terlihat lagi awan yang akan membawa hujan. Aku telah memutuskan untuk meninggalkan angin yang akan membawa awan. Aku memutuskan untuk meninggalkan bang Nara untuk waktu yang entah sampai kapan.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as daun cafe
Read
+Library
Anneth

Anneth

DePanic Cafe. 12.15. Anneth memenuhi janjinya untuk bertemu dengan Devaro (Lea) saat istirahat kerja di cafe yang baru saja dibuka dengan mengusung konsep ala Santorini, Yunani. Saat pertama kali melangkah di halaman depan cafe, mata Anneth langsung disajikan dekorasi yang kebanyakan didominasi warna biru dan putih khas bangunan-bangunan di Santorini. Ia pun melanjutkan langkah kakinya dan masuk ke dalam cafe, disana sudah banyak pengunjung yang didominasi muda-mudi. Saat mengedarkan pandang dan belum menemukan batang hidung Devaro (Lea) disana, langsung saja Anneth memutuskan untuk memilih tempat duduk yang menurutnya nyaman dan bisa langsung menikmati view taman dan danau disamping cafe se
3.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as daun cafe
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

“Keren !" Danu tersenyum kecil, merasa usahanya benar-benar dimulai dengan baik. "Mau ngopi?" tanya Danu, menawarkan minuman hangat. "Boleh," jawab Yoga, senang dengan tawaran tersebut. Danu dan Yoga berjalan perlahan masuk ke dalam cafetaria yang lampunya sudah diredupkan. Meja-meja sudah dibersihkan, lantai masih sedikit lembap, dan aroma kopi masih menggantung di udara, menciptakan suasana nyaman yang sangat cocok untuk berbincang-bincang.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 495 Times as daun cafe
Read
+Library
Identitas Rahasia sang Pria Tertindas

Identitas Rahasia sang Pria Tertindas

ujar si pelayan lalu pergi. "Bagaimana, Nona? Apakah panorama di cafe ini cocok?" tanya Martin sambil menunggu pesanan tiba. "Ya, sangat cocok. Aku suka dengan pemandangannya," Beberapa saat mereka menunggu, akhirnya pesanan pun tiba. Dua orang pelayan datang dengan membawakan semua menu terbaik yang tersedia di Cafe Danau Terbenam. Bau harum segera tercium. Begitu hidangan sudah tersedia di atas meja, mereka langsung menyantapnya.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 586 Times as daun cafe
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status