Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Hahahahaha Hahahahaha HAHAHAHA “AMAT, AMAT.” “MANEH GEUS BISA NGALAWAN AYEUNA. (KAMU SUDAH BISA MELAWAN SEKARANG.)” “TAPI INGET, (TAPI INGAT,)” “AING LAIN NYI MAYANG SARI, ANU GAWENA NGAN BISA MERE SUSUK JANG PENARI, ANU AYEUNA GEUS JARANG DI DATANGAN DEUI KU JELEMA. (AKU BUKAN NYI MAYANG SARI, YANG KERJANYA HANYA BISA MEMBERIKAN SUSUK UNTUK PENARI, YANG SEKARANG SUDAH JARANG DI DATANGI OLEH MANUSIA.)”
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai hati terlatih lirik
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Istri yang Kau Khianati

Istri yang Kau Khianati

Dia memutar bola matanya, jengah, "jangan gengsi sama orang yang kamu kenal. Belum tentu kalian bertemu lagi. Mumpung ada kesempatan..," "STOP AKU BILANG!" "KAMU BERANI TERIAK DI DEPAN IBU? IBU YANG MELAHIRKAN KAMU? SIAPA YANG MENGAJARI KAMU NGGAK SOPAN? TINGGAL IKUTI SAJA APA MAU IBU! BERES KAN? KITA BISA BELI BAJU BARU KALAU KAMU NGGAK BODOH BEGINI!"
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

" Kalimat Fajar di dengar Zahira, dia duduk di depan meja makan sambil mengetuk-ngetuk meja. Muncul keisengannya untuk menguji hati suaminya. Mari kita lihat, benarkah kau tidak tertarik padaku? Zahira sudah mulai bertekad untuk memikat suaminya, bukan dia mulai jatuh cinta tapi dia ingin memberi pelajaran pada Akila. Setelah menyiapkan makanan di atas meja, Zahira masuk ke dalam kamarnya dan mulai menatap wajahnya di cermin. Cantik kah aku? Tangannya mulai mengusap dahi lalu turun ke hidung dan berhenti di bibir, hmmm. Ayo bersolek ....Zahira menyemangati dirinya sendiri.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Saat Hati Harus Kembali Terbagi

Saat Hati Harus Kembali Terbagi

Tak sedikit pun terlintas di benak perempuan itu untuk melempar umpatan kasar terhadap Nayma dan Hanan, meski hanya dibelakang mereka. "Tapi, meski begitu aku tetap sakit hati, Mbok. Lagian perempuan mana yang bahagia usai tau dikhianati, kan? Aku tetaplah manusia biasa, yang punya rasa marah dan kesal. Tapi, sekarang aku sudah lebih ikhlas. Percaya saja, dibalik kejadian ini, pasti ada hikmah yang sudah Allah siapkan." Aluna tersenyum hangat pada keduanya.
9.828.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 807 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Hati yang Terbagi

Hati yang Terbagi

Tante Irma yang terus menangis menemani Mama yang sudah tak berdaya dibelakang. Saat hendak berlalu. "Al ...!" Panggil Ubay. Aku langsung menoleh. "Hati-hati ...!" ucapnya. Bersambung Ehem... Ehem ...Ojo laper Ojo laper ... Eh Ojo baper maksudnya.
10195.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Wanita Berhati Es

Wanita Berhati Es

“Aku janji... janji nggak akan memberitahu siapa pun!” Akhirnya dia mau melepaskanku. Dia lalu berdiri di depan cermin, merapikan kerah dan ujung lengan bajunya, berusaha mempertahankan citra ‘pria terhormat’, sambil melontarkan ancaman. “Kalau tak mau reputasimu hancur, maka patuhlah!” Begitu suara kunci pintu terdengar “kriiit”, sebuah sosok pun muncul di ambang pintu.
13.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Gelora Hati Yang Terbakar

Gelora Hati Yang Terbakar

“Maaf, apa maksud ucapanmu? Siapa yang dendam padaku? Aku sama sekali tidak memiliki musuh.” Sang nenek tua hanya tersenyum samar. “Aku tidak bisa tahu siapa orang yang dendam padamu. Aku hanya bisa melihat itu dari garis tanganmu. Siapa orang yang dendam padamu, akan mulai terbuka secara perlahan. Ingatlah, kau bukan orang jahat. Jadi, tetap melangkah maju, lawan semua rasa takutmu. Terutama rasa takut pada trauma kegelapan yang kau punya.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Selir Hati Sang Penguasa

Selir Hati Sang Penguasa

Tatapan Irene penuh dendam, kebencian sekaligus rasa menggebu-gebu karena keinginannya akan segera terpenuhi. “Kiara…” gumamnya pelan, hampir seperti bisikan. “Kamu mungkin berpikir telah menang, tapi kamu tidak tahu siapa yang kamu lawan. Semua orang mungkin berpikir aku akan mati karena penyakitku. Akan kutunjukan bila manusia sehat, bisa mati di tangan orang sakit sepertiku!” Irene mengepalkan tangannya di lengan kursi rodanya, matanya menyala dengan tekad. Ia tidak peduli apa pun yang harus ia lakukan. Posisi dan kekuasaannya adalah segalanya.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Udara sore terasa hangat, dan aroma bunga melati yang lembut memenuhi suasana. “Aku ingin kita mulai dari awal,” ucap Rendra dengan nada mantap. “Tanpa janji-janji besar. Cukup kita saling percaya dan berjalan bersama.” Arum merasakan haru mengalir di hatinya. Semua luka yang pernah ada, semua pertengkaran dan air mata, perlahan-lahan terasa memudar. Mungkin mereka tak akan sempurna, tapi mereka telah belajar banyak.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Selir Hati Tuan Muda

Selir Hati Tuan Muda

ucap Gendis dengan hati tercabik-cabik. ***
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai hati terlatih lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status