Sketsa Hujan
Elang sering bercerita bahwa untuk mendapatkan sinyal yang cukup stabil guna mengirimkan satu pesan suara atau foto berpiksel rendah, ia harus berjalan kaki selama empat puluh menit menanjak menuju sebuah bukit yang dinamai penduduk lokal sebagai 'Bukit Halo'.
"Aksa, dengar ini," suara Elang dalam rekaman itu selalu diiringi desau angin yang kencang. "Ini suara laut dari atas bukit. Warnanya biru tua, hampir ungu. Aku sedang membayangkan kamu di sini dengan buku sketsamu, pasti kamu bingung memilih gradasi cat airnya."