Dear Helva
Membuang napasnya lewat hidung, tatapannya masih tertuju pada Helva.
“A-apa itu?” tanya Heni terbata. Sebagai seorang ibu, dia merasakannya juga arti tatapan yang terarah pada anaknya.
“Kau berikan anakmu, maka hutang itu lunas,” katanya licik.
Mata Helva membulat begitu dengan Heni, sama-sama terkejut dengan syarat itu. Bagaimana mungkin anaknya diserahkan hanya untuk membayar hutang? Tidak, tidak, Helva tak seberhara itu untuk dijual, bagi Heni dia adalah permata yang harus dijaganya.
Hot Chapters