Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Hembusan Balik Lalu, sesuatu pecah. Bukan mereka yang hancur, melainkan dinding paru-paru itu sendiri. Retakan memanjang, mengubah napas yang tadinya mengisap jadi terbalik. Untuk pertama kalinya, kehampaan menguap. Gelombang cahaya emas meluncur keluar dari retakan, bercampur dengan darah merah Kael dan cahaya putih Rynor. Arus itu begitu kuat, hingga mereka berdua terseret bersamaan, melayang di tengah pusaran yang menggabungkan hampa dan cahaya.
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Kutukan Kain Kafan Wasiat

Kutukan Kain Kafan Wasiat

’ Tiba-tiba ada hembusan angin melaluinya dengan cepat. Wusshhh!!!
9.91.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Dukun Pijat Penarik Janda Desa

Dukun Pijat Penarik Janda Desa

style="letter-spacing: 0.1px;" style="letter-spacing: 0.1px;">Pyorrr! style="letter-spacing: 0.1px;"> style="letter-spacing: 0.1px;">Sugiono menyemburkan kembali semburan air mengenai tepat ke dua bukit kembar Gendis. style="letter-spacing: 0.1px;"> style="letter-spacing: 0.1px;">"Uhhh..." Gendis meringis merasakan sensasi air mengenai kulitnya yang agak memerah dan bengkak pada bagian tengah.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Bukan laki-laki biasa

Bukan laki-laki biasa

jawab ren semangat zeppp...!!!! wusssh!!! wusss zerrrr!!! Disebuah hutan diatas gunung terbentung sebuah hembusan angin yang meniup rerumputan seperti angin puting beliung namun terasa lemah. tiba-tiba!!! "Buka mata kalian!"ucap rion "Apa kita sudah ada di tempat klan awan hitam?"ucap ray "ya,benar!"jawab ren
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 147 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

Bab 69 by : Sarah Canaken Melihat begitu banyak arah angin membawa semilir hembusan ringan yang mengembara dengan tenang, rasanya tak ingin hati ini begitu cepat terpesona. Pesona angin memang menyejukkan dan melenakan diri hingga terlelap oleh mimpi nan indah. Tidak ... aku bukan tipe pencari angin yang terburu-buru bak kehabisan napas hingga tersengal-sengal. Tapi aku lebih tertarik menyesuaikan hembusan udara berupa oksigen yang bisa masuk terhirup ke hidung dengan sempurna.
1024.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 651 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Perutku berbunyi dan kepalaku pusing. Saat mengiris bawang dan cabai rawit untuk campuran mi instan-ku, pintu rumah dibuka dari luar. Bang Asman baru pulang. Tumben cepat, biasanya kalau kalender belum berganti hari, batang hidungnya belum tampak.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 215 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

ledek Siti sambil ngeluarin hp-nya dia. "Kagak, Woi!! Bantuin gue turun nih. Dikit lagi istirahat!" "Laah, bisa naik gak bisa turun?" "Gue naiknya pakai perantara pohon" tunjuk gue ke pohon jambu yang ada di depan pagar SMA CAHAR. "Terus gue harus jadi pohon gitu? Emang gue Harry Potter?" Gue elus dada gue perlahan, berusaha maklum sama otaknya Siti yang emang rada lemot.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang hembusan
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Meni Bari
pamitku sebelum keluar dari ruang inap bapak. “Iya, hati-hati di jalan Risa.” “Baik Bu, kalau terjadi sesuatu cepat hubungi Risa Bu, Risa pamit.” Sebelum pulang ke rumah, aku menyempatkan ke ATM untuk mengambil beberapa uang. Setelah itu langsung pulang mengendarai motor.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang hembusan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status