Suamiku Ternyata Pura-Pura Lumpuh
Bukankah yang Pak Heri tunggu adalah anak dari Pak Syam Erlangga, apa pria ini .
Aku menoleh pada pria yang melangkah masuk, lalu berdiri tepat di sampingku sembari melempar senyum sinis padaku.
Tamat riwayatku. Ya Allah bantulah aku, jangan sampai aku mendapatkan masalah besar karena pria arogan ini. Aku masih butuh kerjaan untuk bertahan hidup dengan putriku.
"Maaf saya lambat datang karena ada sedikit masalah di jalan, tapi untung sudah diselesaikan secepatnya," kata pria yang bernama Adnan itu sambil menjabat tangan Pak Heri yang terulur.