KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Kenapa nggak naik taksi aja sih? Atau telepon gue,“ gerutu Meera sambil memberikan handuk pada Naira yang tubuhnya menggigil.
“Iya. Heran sama yang satu ini, nggak enakan sama sahabat sendiri. Padahal kita nggak akan keberatan kalau Lo minta jemput,“ sahut Cantika.
Naira hanya tersenyum nyengir. Lalu buru-buru masuk ke kamar mandi dan menyembulkan kepalanya sambil memanggil sang tuan rumah.
“Kenapa?“ tanya Cantika yang datang sambil memegangi perut.
“Suami kamu—“
“Enggak ada. Kan lagi ada seminar kerja di Surabaya sama Papa aku. Udah, keluar aja,“ potong Cantika.
Naira mengangguk dan segera masuk ke kamar tamu. Mengenakan pakaian milik Cantika, lalu menghampiri ke tiga sahabatnya yang sudah
Bab Populer