Bagaimana Denganku
"Aku mengucapkan selamat atas keberhasilan putra-putranya. Lalu, dengan sangat santai, aku bertanya kabar putrinya. Kartika, benar kan itu nama yang kau sebut?"
Varel hanya bisa menunduk, tidak berani menatap mata ayahnya.
"Dan kau tahu apa yang sahabatku katakan, Varel?" tanya Hendra, kini berdiri tepat di samping ranjang, suaranya terdengar seperti desisan.
"Dia bilang putrinya, Kartika, tidak ada di Jakarta. Dia ada di Kalimantan. Samarinda, lebih tepatnya."
Hendra berhenti sejenak, membiarkan fakta itu meresap. "Dia juga bilang, putrinya itu seorang dokter spesialis anak. Bukan seorang pengangguran yang butuh bantuanmu untuk beradaptasi."
Capítulos Populares