Pernah dengar cerita tentang suami yang rajin bikin kopi buat istrinya setiap pagi? Aku malah ngeliat itu sebagai bentuk cinta yang konkret, bukan kelemahan. Justru butuh mental kuat untuk konsisten melakukan hal-hal kecil tanpa tersandera ego. Di lingkaran pertemananku, ada couples yang hubungannya awet karena suami enggak gengsi urutin kaki istri habis kerja shift malam. Keren banget menurutku!
Masyarakat kita masih sering terjebak dalam stereotip kaku tentang gender roles. Padahal, hubungan sehat itu tentang partnership—saling mengisi di mana masing-masing punya kelebihan. Aku malah curiga, yang bilang melayani istri itu lemah biasanya adalah orang-orang yang insecure dengan maskulinitasnya sendiri.