Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hayu

Hayu

ledek Candra asal, dia terkekeh setelah mengucapkannya. Melihat candra yang sedang lengah, Hayu yang sudah kesal dengan kejahilan bosnya sejak tadi, segera menendang tulang kering Candra. Tentu saja Candra segera menarik kakinya, dan itu membuatnya semakin kesakitan, karena kakinya yang terantuk meja. Segera Hayu berdiri, berlari menjauh, membawa piring-piring kotor ke dapur dan mencucinya. tak lupa dia membuat kopi untuk Candra. Kopi tanpa gula kesukaannya, namun ditambah sedikit krim. Candra bilang dia suka minum kopi pahit, katanya hidup ini sesungguhnya memang seperti kopi, pahit tapi nikmat.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Biru ******** kesakitan sambil memegang kakinya yang terinjak. Sementara itu, Mama Siska yang memperhatikan kami berbisik bertanya, "Kalian bisik-bisik apa?" Menghadapi raut curiga Mama Siska, aku berusaha tersenyum sembari menjawab sekenanya, "Oh, nggak papa Ma, cuma candaan kecil."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Hinakan

Istri yang Kau Hinakan

hina Saras. Spontan Nadine menghentikan tangannya yang tengah mengaduk sayur. Terdiam merasakan perihnya ribuan jarum yang menusuk di ulu hati. Ucapan ibu mertuanya membuat goresan baru pada luka yang masih menganga. Tuduhan, fitnah serta hinaan sepertinya akan setiap hari dia dengar dari mulut wanita itu. Tapi bukan hanya hal itu yang membuatnya terasa sesak dan sakit hati.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Rudi mulai menjelaskan saat mereka sedang memperhatikan hiu-hiu yang berenang di kolam. “Ini hiu sirip hitam dan hiu sirip putih ya, Pak?” Arini bertanya pada Rudi setelah memperhatikan sejenak. Seingat Arini, hiu jenis ini lebih memilih habitat di perairan dangkal dan juga berpasir. Bahkan beberapa diantaranya juga memilih tinggal di perairan payau dan sungai air tawar.
998.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Bisik Asha dengan penuh semangat. “Iihh barang kali Sha keluaran luar negeri.” Tenri tertawa kecil mendengarnya. Bunyi denting lift terbuka dan kedua perempuan itu masuk lalu tiba-tiba seorang laki-laki muda ikut masuk dengan tergesa dan hampir menabrak Tenri.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

"Ish, lo---," "Sayangku, cintakuuuu!!!" Secara bersamaan Lea, Ken, dan Riri menghentikan langkah dan menoleh ke sumber suara yang cempreng itu. Terlihat Tita yang berlari sambil berdadah-dadah heboh membuat beberapa orang di sekitar ikut menatap ke arahnya. Namun memang dasarnya Tita tidak tahu malu, jadilah manusia satu itu tetap berlari yang bahkan sekarang sambil meloncat kecil.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Mata Pak Rawa melotot Nyimas tertawa lepas, diikuti Hasta. Pak Rawa juga ikut tertawa melihat gigi Hasta yang hitam akibat bubuk kopi. Suara ketiga orang itu sengat keras mendominasi suara obrolan orang-orang yang sedang beristirahat di warung kopi. Belum ditambah lagi suara uap air panas yang keluar dari lubang kecil meramaikan suasana. Sampai ada seorang yang masuk tak disadari Nyimas dan Hasta.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

"Taman Bunga Yanti yang Subur, gitu kan enak kedengaran," "Hahaha," suami justru tertawa lepas, suamiku ini tipe orang yang bila tertawa sekadar saja, jarang tertawa ngakak begini. "Kenapa, Pah, ada yang lucu?" "Lucu, Mah, namanya gini aja " Yanti Bersukur Subur Makmur," kata suami seraya tertawa ngakak. "Selamat siang, Bu Yanti, Pak Subur," ada sapaan terdengar, ternyata Bu Bondan sudah ada di belakang kami.
1041.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Budak Cinta Mrs. CEO

Budak Cinta Mrs. CEO

Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus. Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus Hiatus Hiatus Hiatus Haiatus.
9.920.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
HIATUS

HIATUS

Kubelai dagunya yang runcing sambil menanti bibir itu menyebutkan sebuah nama. “Siti.” Singkat, bibir itu berucap. Aku merasa dia menggantung sesuatu. “Lanjutkan belaianmu jika ingin kulanjutkan apa nama panjangnya,” ujar Tuan Harraz dengan senyuman menggoda. “Nafsha.” Tanganku turun mengusap bahunya yang kokoh. Tuan Harraz semakin melebarkan senyum dan melanjutkan satu kalimat terakhir, “Hara.”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai hi-hihi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status