Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Tanpa Wajah

Pendekar Tanpa Wajah

Air sungai berkilau bagaikan ribuan perak bergerak, memantulkan cahaya mentari hangat. Ada banyak pohon willow rimbun di tepi sungai, daunnya menggeliat menari-nari oleh angin yang membelainya. Sedangkan jembatan-jembatan melengkung anggun namun kokoh di atas air, mengingatkan Yao Chen akan lengkungan pelangi di buku-buku gambar, hanya saja ini terbuat dari batu yang menghubungkan satu sisi kota ke sisi lainnya. “Wah, ada banyak perahu hias lainnya.” Yao Chen menoleh ke beberapa perahu hias beraneka warna dan rupa yang mengapung melewati perahunya.
9.947.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hiasan pinggir puisi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Autophile

Autophile

Ah, pasti akan lebih menyenangkan jika ada kamu di sini bukan hanya namamu yang dibawa angin pendar jingga pada senja seakan mengisahkan tentang kamu indah, namun tak untuk kumiliki ku biarkan senja mengirimkan sajak-sajak indahnya padamu semoga angin pun bersedia menerbangkan kisahku yang merindumu di sini di pelantaran senja yang bergurat jingga Aku masih di sini, di pelantaran senja yang bergurat jingga. Aku sangat menikmati aroma pantai sore ini. Di temani hangatnya mentari senja dengan pendar jingga nya. Kembali aku gurat seuntai kisah di atas secarik kertas dengan tinta pena yang menjadi saksi bisu perjalanan ini. Di tepian senja, aku merangkai seuntai kisah dalam aroma jingga sang sen
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Begitu juga dengan ujung ikat pinggangnya yang juga berwarna putih, menari-nari bersama angin yang berhembus. Malam sunyi, Bulan purnama bersinar, Di langit sungai ungu gelap, Gemericik air terjun, Desau angin malam, Membawa kelopak bunga wisteria, Aroma harumnya merayu angin dan kupu-kupu, Untuk berkelana bersama Mencari arti kehidupan sejati Diiringi suara merdu seruling di kejauhan,
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40.3K kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Rumah Pakdenya Bagas terletak di pinggir jalan utama dengan pagar yang tinggi dan pintu gerbang yang besar juga tinggi. Memasuki pintu gerbang langsung bertemu dengan halaman yang cukup luas yang sebagian besar telah dipasangi paving blok itu. Sedangkan di pinggirannya yang langsung berbatasan dengan pagar, ditanami aneka tanaman hias yang menimbulkan kesan hijau asri dan indah dipandang mata.
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 836 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap

“Ish mbak Sasi ini rumah memang digunakan untuk mnginap saat kita ke laut.” “Ckkk mana ada, lagi pula kalau itu laut seharusnya tidak ada tepinya.” “Kata Om Raffael itu namanya pantai, yaitu pinggiran laut.” “Iya memangnya pinggiran laut namanya pantai, tapi gambarmu salah,” kata Sasi tetap kukuh dengan pendapatnya. “Lagian kenapa kamu tidak menggambar rumah seperti biasanya,” omel Sasi.
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Assalamu'alaikum Pesantren (Assalamu'alaikum Cinta)

Jembatan yang berpagar kuning di kedua sisinya, berguna sebagai penghalang dari aliran sungai dibawahnya. Pohon kelapa menjulang tinggi yang tersusun rapi di pinggir jalan, di tambah lagi dengan pemandangan sungai panjang terbentang sejauh mata memandang. "Kenapa gak? bilang aja kalo malu," godanya lagi setelah melihatku sedikit salah tingkah. "Gak tau ah ... terserah kamulah, mau ngomong apa," jawabku salah tingkah, dengan ekor mata yang melirik ke arahnya.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Enigmasif

Enigmasif

"Oh ya? Berarti setiap kali melihat senja di pinggir pantai, kamu sangat menyukai itu, dong." "Bukan Ayesha." Kembali Hazmi melirik ke arah Ayesha. Ia menggeleng sebentar. "Terus?" "Setiap nggak ada kamu. Senja yang seringkali kulihat, itu malah tak mengesankan untukku, Ay. Senja di pinggir pantai memang sangat menakjubkan. Tapi, kata paling indahnya dan nyaman bagi hatiku, itu nggak sebanding ketika aku melihat senja bersamamu."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
THE ISLAND : I'M IN LOVE

THE ISLAND : I'M IN LOVE

Udara terasa segar dan harum dengan aroma bunga-bunga liar yang ada di sekitar mereka. Saat mereka berjalan menuju tepi pantai, suara jangkrik mulai terdengar dari kejauhan. Bunyi-bunyi kecil itu bagai nyanyian alam yang mengiringi langkah mereka. Suara jangkrik tersebut seperti melodi yang menenangkan, memberikan kesan harmoni dan kedamaian di tengah kegelapan senja.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?" Christopher, dengan sedikit rasa malu, merasa pertanyaan Ira menjebaknya. "Saya memikirkan beberapa bunga yang berhubungan dengan anggur dan perjalanan - zhuyu, krisan, bunga persik. Tapi sepertinya tidak ada yang cocok dengan bunga pagi dan matahari terbenam." Melihat Matt dan Senja tetap diam, Arisa bertanya, "Guru Matt, Senja, bagaimana menurut kalian berdua?"
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai hiasan pinggir puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status