Catatan Usang
“Karena aku mencintai kamu.”
“Kamu bodoh, untuk apa mempertaruhkan hidupmu demi orang sepertiku?”
“Lalu, bagaimana caranya aku harus berterima kasih? Katakan.”
“Tetaplah hidup bersamaku.”
Sungguh aku sama sekali tidak senang, aku sering membaca artikel tentang orang yang hidup dengan satu ginjal, itu sangat tak mudah. Dia masih muda, seharusnya dia tak sekonyol ini mengorbankan hal paling vital bagi kelangsungan hidupnya. Malam itu aku benar-benar bingung, meski Prily terus meyakinkan dengan dalih jika dia akan menjaga kesehatan dan pola hidupnya dengan sebaik-baiknya tetap saja semua tak akan lagi sama. Ceroboh, bagaimana bisa aku sampai kecolongan memberi tanda tangan pada surat persetujua
Chapitres populaires