Kehidupan Kedua
"Tentu saja itu untuk Nadisa. Saya ingin memberinya semangat untuk menjalani hari yang berat setelah kepergian Pak Fadli Sanjaya."
Senyuman di wajah Karenia pun lenyap. Sialan. Sean anggap apa dirinya? Kurir? Dasar cowok brengsek.
"Oh iya, hampir saja saya lupa. Ini, ada sesuatu untuk kamu, Karenia." Sean kali ini merogoh saku celana bahan berwarna hitamnya. Membuat Karenia kembali tersenyum senang.
Sean kemudian memberikan lima lembar uang seratus ribu rupiah pada Karenia. Kontan disambut oleh ekspresi kaget dari Karenia.