DOSA TERINDAH
Aku melirik kesal keduanya.
“Jangan bikin tambah gugup, dong,” pintaku.
Kak Dian dan Bang Malik malah makin tertawa nyaring.
“Kapan lagi bisa liat bayi besar bisa pucat panik gugup gini,” ujar Kak Dian.
“Kak, please. Ini itu menentukan hidup dan matiku.”
“Halah! Emang kalo ditolak langsung mati gitu?”
“Iyalah, Kak. Mati rasa, mati semangat, hidup tapi mati.” Aku bergidik membayangkannya.