MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU
Ia menatap jalanan yang padat merayap, namun ia tak peduli dengan apa yang ada di sekelilingnya.
Entag mengapa, ia tak memiliki semangat hidup sedikit pun. Segala ambisi, harga diri, dan rencana-rencana indah yang ia susun rapi, kini berantakan.
Rasanya, hidupnya sangat hambar. Seperti makan tanpa garam, seperti bunga yang kehilangan warna, tak ada lagi rasa bahagia dan tak ada lagi rasa gembira. Bahkan, rasa marah pun tidak bisa ia rasakan. Yang ada hanya kekosongan yang amat luas, dan rasa sakit yang kian menekan di dada.
Hot Chapters