Suami Perkasa
“Terima kasih sudah pernah membuat saya sadar… kalau cinta tanpa hormat, cuma jadi luka.”
Lalu ia berbalik, melangkah pergi dengan anggun.
Langkahnya mantap, tanpa sedikit pun ragu.
Sementara Edgar berdiri membeku — menyadari, bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar kehilangan sesuatu yang tak bisa dibeli dengan apapun.
---
Di luar gedung, lampu-lampu kota berkilau seperti serpihan emas.