Dikejar Mantan Suami CEO-ku
“Kok, kamu senyum-senyum gitu? Aneh, ya? Lucu, ya, mengetahui aku melakukan itu?”
Zaya spontan menggeleng. “Enggak, aku nggak nyangka aja. Seingatku ketika kita masih pacaran, kamu tidak sampai segila itu.”
“Karena perasaan cinta yang aku rasakan padamu sekarang jauh bertambah berkali lipat pasca aku nyaris kehilangan kamu. Orang bilang, kita baru bisa menghargai pasangan kita jika kita sudah kehilangannya dan aku sudah merasakannya. Rasanya aku mau mati saja saat terpisah denganmu. Aku juga tidak menyangka kamu masih memberikanku kesempatan, Sayang.”