I am The Real King
Setiap tapak kakinya membuat lantai kristal beresonansi lembut.
“Ada gangguan di barier,” katanya tanpa basa-basi. “Energi tercemar, tidak sepenuhnya iblis, tidak sepenuhnya manusia.”
Salah satu Sentinel membuka mata, irisnya berpendar biru terang. “Red Gloire,” ucapnya pelan, nyaris berdoa.
Beberapa Sentinel mengencangkan rahang. Nama itu adalah larangan, sejarah yang dihapus, dosa yang dikubur hidup-hidup.