THE HEIR OF DRAGON
Rong Xun harap-harap cemas.
Puing itu sangat besar, mungkin dulunya merupakan kediaman bangsawan. Sekarangpun bentuknya masih menyerupai bangunan, hanya saja warnanya telah menghitam hangus, juga kayu-kayunya yang lapuk serta berlubang-lubang. Rong Xun mendorong pintu besar yang, bukannya menggeser ke samping, melainkan jatuh berdebum karena engselnya yang sudah lepas. Di baliknya, kegelapan pekat telah menanti.
“Kalau dibandingkan dengan ini, Klasnyvyska tampak seperti Istana Surga,” kata Yu Shi satir. Rong Xun mengangguk setuju. Mereka segera masuk.