Tuan Theo, Tolong Lepaskan Aku
Shanina berdebar kuat, antara takut dan gelisah.
Pria itu hanya memakai handuk di pinggangnya, sesuatu di antara kakinya bahkan terlihat menonjol dari balik handuk. Pahatan tubuhnya patut disebut sebagai mahakarya sempurna. Bahunya lebar berotot, begitupula lengannya yang keras nan kokoh, dadanya sendiri tampak liat dan ketat. Itu adalah sebuah kekuatan seorang pria yang bisa dilihat dengan jelas.
Sayangnya, Shanina bahkan sama sekali tidak bisa fokus pada hal lain, kecemasannya menyebar ke seluruh tubuh, hampir membuatnya blank.