Selangkah Berjejak
“ Dulu, aku juga sama sepertimu, sebenarnya aku mengingat ekspresimu sebagai wajahku dulu saat masih fpbia dengan Ulat. Aku berhenti mendengar kalimatnya. Faleya menghentikan langkahnya, dan melanjutkan kalimatnya.
“ Aku juga sering di bully karena itu bahkan sampai menangis karena mereka. Oleh karena itu, aku betekad untuk menjadi perempuan yang pemberani. “ Dia menghentikan ucapannya. Lalu menatapku lagi.
“ Kau mau tahu alasannya?” Aku mengangguk sebagai jawaban.
“ Aku meminta nenekku untuk mengumpulkan Ulat dan memberikannya padaku. Awalnya aku sangat takut, bahkan sempat menangis, kemudia aku terus mencobanya hingga percobaan kelima aku tidak menangis. Aku mencoba menyentuh mereka dan me
ตอนยอดนิยม