Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Sang Pangeran

Kembalinya Sang Pangeran

“bisa-bisanya dia bicara seperti itu! Menyebalkan!” “Kakak Ipar, aku penasaran apa yang dilakukan kakak sampai kau marah. Suaramu terdengar ke luar.” Jiali segera berbalik, mendapati Lien Hua berdiri di ambang pintu dan di belakangnya Hui Fen, membawa sebuah nampan bundar bertutup kain brokat emas. Senyum Jiali kembali merekah, ia menarik tangan adik iparnya masuk. “Maaf kau harus mendengar itu. Apa yang kau bawa?” tanya Jiali menoleh ke arah Hui Fen.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

“Hamba datang membawa teh dari Bai Ling. Teh ini disebut Lianhua Jing, dibuat dari kelopak lotus yang hanya mekar di bawah sinar bulan.” Putri Bai Hua melangkah anggun, mengenakan jubah putih muda bertabur benang perak. Rambutnya disanggul tinggi dengan tusuk giok berbentuk angsa. Setiap gerakannya lembut dan terukur, seperti telah dilatih untuk memikat. Di tangannya, nampan perak berisi cangkir giok yang masih mengepulkan uap harum.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

SATU JIWA DUA KEHIDUPAN

Begitu pun dengan nona muda yang hobi jajanan manis, ikut melirik kelapak keluarga Guang dan Wei itu. Ada juga beberapa orang dewasa yang mendekat dan bertanya manisan apa yang dijual "Ini manisan benang emas nyonya..! silahkan dicicipi. Jika tidak enak, boleh untuk tidak membeli." Ucap ramah Wei Zihan dan Mu Yue dalam meladeni pelanggan wanita. "Woah, kenapa bisa seenak ini..? rasa asam dari buah Hawthorn benar-benar hilang, dan tetap renyah."
652 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Wiro sang Penakluk

Wiro sang Penakluk

Yu Yueyue berlari masuk ke rumah lalu berlari keluar lagi sambil memegang seuntai manisan buah hawthorn di tangannya. "Aku baru saja melihat seorang kakek berjualan manisan buah hawthorn di jalan. Satu tusuk sate sebesar ini harganya hanya lima yuan. Aku beli dua tusuk. Yang ini untukmu." Wiro mengambil manisan buah hawthorn dari Yu Yueyue dan berkata, "Terima kasih." Sambil memegang manisan buah hawthorn, Wiro naik ke lantai atas.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 941 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Kini, Zhu Lian tengah berendam, menikmati pijatan air panas yang melingkupi tubuhnya. “Mana Xian Hua? Jangan-jangan dia malah menyempatkan diri untuk mengintip para cewek, lagi,” kocak Zhu Lian berkelakar dalam hati. Sudah barang tentu, pemandian pria dengan wanita dibedakan. Sebenarnya, Xian Hua bukan ingin mengintip. Tetapi akhir-akhir ini, dia sudah menjadi budak cinta Bai Lu. Jadi sebelu Bai Lu telah siap, ia tidak akan ke mana-mana.
9.956.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Menjadi Simpanan Ayah Mertua

Menjadi Simpanan Ayah Mertua

Wuhan meremas dan melepaskan tali baju Suxuan hingga gaun Suxuan terlipat-lipat memperlihatkan buah dada montok dan vaginanya. “Ah, ah, Suxuan aukh, oh,” “Wu-wuhan, akh, aku ngantuk sekali,” “Tidurlah sayang, okh, oh, oh,” Cairan Wuhan menyembur dan mengotori lubang Suxuan, di antara pahanya yang mengangkang tampak berdenyut-denyut di bagian dalamnya.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Seorang wanita yang sangat cantik, dengan hanfu merah muda berhiaskan bordiran motif bunga mawar berwarna keemasan. "Meigui Jin," gumam Wu Hongyi pelan, menatap wanita di hadapannya lekat-lekat tak berkedip.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Penguasa Dunia

Pendekar Naga Penguasa Dunia

ucap Yao Xiaoli. "Dasar pelacur! Ayo, potong lidahku jika kau berani!" Wei Jiali menarik pedang dari sarungnya untuk menantang Yao Xiaoli. Namun, yang ditantang hanya berdiri sambil melipat tangan di dada. "Jiali... tenanglah! Apa kamu mengenal mereka berdua?" Tanya Huang Haoran. Mendengar Huang Haoran menyebut nama Jiali membuat Zhao Lin sedikit menegang. Dia bertanya-tanya, apakah gadis itu adalah Wei Jiali yang ia kenal lima tahun lalu.
1058.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

Qiang Wangyi menyadari hal itu dan langsung berkata, "Lebih baik Ayah minum teh jahe dulu atau air hangat. Kau terlihat menyedihkan pucat begitu." Qiang Jun langsung mendelik. "Kau bilang apa?!" Hailan cepat-cepat memotong, menunduk sopan. "Bukan begitu, Yang Mulia. Mohon maaf. Wangyi tidak bermaksud kasar. Dia hanya khawatir." Qiang Jun mendengus, tapi tidak membahas lebih lanjut. Ia masih terlalu mual untuk marah-marah. Ming Yue yang lebih tenang hanya tertawa pelan. Ia bertanya dengan lembut, "Ada apa, Ayi? Hailan? Kalian sepertinya ingin membicarakan sesuatu."
1039.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 955 kali sebagai huai jiao wan
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
baru nemu & seru critanya...auto maraton bacanya, wkwkwkwkwkwk jangan lupa up tiap hari ya othor,,, banyakin! awas aja kalo shari cuma sbiji hahahahi, minim 2-3bab lah ya,, klo perlu skali up 5bab & khusus weekend crazy up 10bab (bukan ngatur ya, berharap dg nada selembut kapas) 7 Okt 25
rifdanafisha
aahhh seru bacaya ga kerasa dari kmaren sore - jm 10 pagi ini baru kelar 41bab... sukak sm othor yg skali up 5bab wkwkwkw smoga konsisten ya. jangan lupa crazy up 10 bab di weekend hehehe semamgat berkarya... 08 Okt 25
Baca Semua Ulasan
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

kata Luo Qiushi sambil berjalan ke pintu, menganggap masalah Maimiao seperti masalah keluarganya sendiri, tanpa menunda sedikit pun. He Chunhua menuangkan secangkir teh untuk Jiang Xi. Saat itulah Jiang Xi teringat sesuatu. “Oh iya, Huanhuan pindah kerja ke Beijing. Apa itu berarti dia sudah baikan dengan Xuyang?”
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai huai jiao wan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status