WITHERED
Aku yang sudah duduk, diam untuk beberapa saat, "bisa antarkan saya ke warnet terdekat Pak."
"Baik," jawab lelaki dengan seragam yang warnanya sama dengan mobil yang ia kendarai, menembus lebatnya hujan yang entah kapan akan berhenti.
"Macet, Mbak."
Aku hanya mengangguk, lalu kembali menatap rintik hujan yang deras. Genangan air terlihat di manapun mataku melihat.
Namun, kehidupan tidak pernah berhenti di kota yang rasanya akan terus terjaga sampai hari berganti.
Bab Populer