Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan
“Justru itu yang bikin aku tertarik. Aku nggak pernah suka jalan yang gampang. Kita masuk pelan-pelan, lumpuhkan penjaga, dan keluar sebelum mereka sadar.”
Pria berkepala plontos itu tersenyum tipis. “Saya suka kalau sudah begini. Malam bakal panjang.”
Damian melangkah pelan, suara sepatunya beradu dengan papan kayu dermaga yang berderit. “Ingat baik-baik. Kita bukan cuma merusak barang, kita merusak hidup Rustam. Bos, mau dia kehilangan segalanya, sedikit demi sedikit.”