I Love You My Teacher
Paling tidak, tangisanku berhenti saat ini.
Aku tahu, di dalam hati, pasti Mas Arkan sedih karena kehilangan calon bayinya. Namun, ia tidak menunjukkannya di depanku. Guratan di wajah tampan itu lebih menunjukkan kekhawatirannya padaku. Mas Arkan mencintaiku. Ya, aku bisa merasakannya, meski sampai saat ini ia belum mengatakannya.
"Sayang, kamu nggak boleh mikirin pekerjaan kantor. Pokoknya nggak boleh mikirin apa pun yang membuatmu sedih," katanya sambil memasukkan suapan terakhir ke mulutku.
Hot Chapters