Dihamili Suami Saudara Kembarku
Jarinya menyusuri deretan botol, memilih salah satu yang biasa ia gunakan untuk menenangkan pikiran ketika segala sesuatu terasa kacau.
Ia membuka botol itu, menuangkan isi merah gelapnya ke dalam gelas kristal. Minuman itu berputar pelan, memantulkan cahaya lampu. Javier membawa gelas itu ke bibirnya, meneguk perlahan. Kehangatan wine menjalar di tenggorokannya, turun ke dadanya seperti selimut tipis. Tapi pikirannya tetap berat.
“Alea pasti terluka,” gumamnya, tanpa suara yang jelas.